kepentingan siapa?


Melihat kasus video porno yang masih saja mendapatkan blow up besar-besaran oleh media akhir-akhir ini, sebetulnya banyak sekali terlihat konflik kepentingan yang dimuat di dalamnya. Akhir-akhir ini mulai terjadi pengrusakan dan penutupan ruang usaha dari salah satu artis yang diduga terlibat di dalam video tersebut, akibatntya, ruang usaha yang dibangun dari keringatnya satu persatu berguguran, sehingga banyak sekali karyawan yang kehilangan pekerjaannya.


Siapa yang bertanggung jawab? Tentunya si pelaku video itu, tapi apakah adil? Belum tentu. Blow up media, penghakiman masa dan kepentingan beberapa pihak juga harus dilihat lebih jauh lagi. Bagaimana dampak bagi keluarga, orang tua, anak, suami atas blow up media yang terus menerus ini pun seharusnya menjadi bahan pertimbangan.

Apakah orang yang katanya tidak bermoral itu pantai dihakimi oleh semua orang? Tidak. Apakah orang-prang yang dengan sesuka hatinya menghujat, menghakimi bahkan sampai menghina itu suci? Tidak. Apakah media yang terus menerus menayangkan berita ini juga baik? Tidak.
Kepentingan siapakah dibalik semua berita yang terus menerus ini? Apakah memang masyarakat yang masih ingin tahu, ataukah memang ada kepentingan lain? Sebab saya melihat masyarakat sudah tidak lagi ambil pusing dengan berita ini, sepertinya masyarakat sudah dapat menilai, tanpa harus terus menerus dijadikan bulan-bulanan berita. Sebenarnya siapa yang memiliki kepentingan dengan berita yang terus menerus di tayangkan di berbagai media?


Media infotainment yang terus menerus menyiarkan berita mengenai kasus ini, memegang peranan sangat penting, mengapa, karena mereka sebenarnya yang bisa memutuskan apakah berita ini akan terus menjadi sorotan, atau mengubah berita lain mengenai prestasi artis lain yang tentunya lebih membanggakan dan patut disiarkan kepada khalayak ramai. Jika dilihat berita di infotainment, berita skandal, atau berita negative lainnya selalu mendapat porsi utama di bandingkan berita mengenai prestasi. Mengapa?? Berita video porno artis ini terus menerus di blow up karena artis ini adalah papan atas, yang notabene berita mereka akan meningkatkan rating karena keingin tahuan masyarakat. Media seharusnya lebih bijaksana menyikapi masalah ini, dengan blow up media yang terus menerus terhadap berita ini, justru keingin tahuan masyarakat semakin besar dan semakin berkembang. Belum lagi muncul berita-berita baru yang belum tentu benar, seperti asumsi, keterlibatan artis lain yang semuanya baru dalam tahap asumsi dan dugaan.

Coba bandingkan kasus kasus video porno yang terdahulu, yang melibatkan artis kelas kacang, maria eva dan pejabat dpr yahya zaini, blow up media tidak terus menerus seperti saat ini. Mengapa? Karena rating mereka mungkin tidak naik, sehingga berita itu dilupakan saja sampai hari ini. Kalau kita berbicara adil, seharusnya kasus-kasus serupa juga mendapatkan porsi berita yang sama.

Kepentingan lain yang saya lihat adalah dari sosok pengacara yang sangat vocal dari kasus ini, saya sebenarnya tidak melihat relevansi yang nyata dari kevokalan dia, jika dia bilang ingin mengurusi moral, tidak ingin merusak moral bangsa, mengapa dia baru muncul sekarang seperti pahlawan kesiangan? Kok saya melihatnya seperti kepentingan popularitas karena keikut sertaannya mencalonkan diri sebagai ketua KPK ya yang membuat pengacara ini menjadi sangat vocal dalam mengurusi kasus video porno, padahal kasus-kasus lain yang tentunya lebih besar, seharusnya bisa dia blow up juga kalau memang pengacara ini berniat mengurusi masalah moral bangsa dan negara. Misalnya saja, dia bisa menuntut pemda DKI atas penyebaran dan penjualan video-video porno di glodok, menuntut ormas yang melakukan demonstrasi dengan kalimat-kalimat kasar dan kotor yang juga bisa merusak moral bangsa, menuntut para koruptor yang selama ini masih bergerak bebas, misalnnya kasus Anggodo Wijaya yang sebenarnya lebih relevan dengan kepentingan dia jika ingin mencalonkan diri sebagai ketua KPK.

Belum lagi oraganisasi masa yang selalu membuat onar atas nama agama dan moral dan selalu memiliki kepentingan yang tidak jelas, selalu merasa dirinya paling suci sehingga bisa berbuat semena-mena, semaunya, tanpa mengikuti aturan hukum dan sepertinya sangat kebal hukum . organisasi ini selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan, pengerusakan yang kadang-kadang tidak masuk dalam logika dan akal sehat manusia normal, sudah semua orang tahu bahwa ormas ini bergerak tanpa batas kewajaran dan kemanusiaan. Negara kita ini negara hukum, tidak sepantasnya jika organisasi seperti ini terus menerus dibiarkan berkembang. Tidak ada manusia siapapun yang boleh menghakimi orang lain se-enat otaknya. Apakah mereka suci? Saya jamin tidak!!
Coba semua pihak berpikir lebih jernih, lebih baik, menyampingkan kepentingannya masing-masing untuk mencari jalan yang terbaik..

Comments

Popular Posts