Master Chef Songong

Sebagai penggemar kuliner dan memasak, acara Master Chef yang ditayangkan di saluran televisi kabel menjadi salah satu acara kegemaran saya. Acara ini kemudian di buat juga di Indonesia menjadi Master Chef Indonesia dan sudah masuk ke musim yang ke-2. Untuk yang versi Indonesia ini, jujur saya tidak pernah menontonnya, kecuali hari Sabtu kemarin. Kebetulan saya sedang dirumah dan saya menontonnya sedikit-sedikit (sambil pindah-pindah ke saluran lain).

Ada beberapa hal yang mengganggu dia acara (menurut saya)..

1. Karena disponsori oleh salah satu penyedap makanan, maka tentunya banyak sekali "pesan-pesan" sponsor. Tidak apa-apa sih selama masih dalam batas kewajaran. Namun yang mengganggu buat saya adalah ketika sebuah kompetisi memasak (disebut master chef) namun bumbu-bumbu yang digunakan kok ya bumbu instan?? bukankah bumbu instan ini dibuat untuk kalangan "non-master"?

2. Dari satu episode yang saya saksikan, mau tidak mau saya langsung membandingkan acara versi aslinya. Sepertinya kemampuan para peserta ini kok ya sangat minim ya? dibandingkan dengan versi asli, dimana bahkan anak-anak kecil saja memiliki kemampuan yang luar biasa baiknya. Yang saya tahu, ada beberapa bagian di acara ini dimana peserta diberikan resep masakan, atau sudah diminta mempelajari terlebih dahulu beberapa resepnya. Kalau konsep acaranya sama, berarti peserta versi Indonesia kemampuannya sungguh memalukan.

3. Yang paling mengganggu buat saya adalah.... Gaya salah satu dewan juri, sebut saja Cheff Gatot Kaca :) hehe.. Pertama, gaya bicara yang tidak jelas, menggumam, mulut tidak terbuka lebar sehingga apa yang dia katakan seperti sedang berbicara sambil mengunyah makanan.. Yang kedua, gaya "songong" dengan tangan selalu dilipat kepala agak miring tidak mau melihat orang yang diajak biacara.. Memang beliau bukan pakar public speaking, atau bukan profesional presenter.. namun sekali sudah masuk de sebuah produksi televisi, seharusnya dia juga belajar bagaimana menjadi seorang penampil yang baik.. Saya mengerti, mungkin memang dia di skenariokan menjadi "Devil Chef" seperti Gordon Ramsey, tapi ya gak gitu juga sih...

Entah kenapa, orang Indonesia ini setiap bikin acara reality show itu tidak pernah berhasil.. kaku.. dibuat-buat.. mungkin memang lebih cocok untuk ber-akting, giliran diminta se-real mungkin.. tetep aja jatohnya dramaaa...

Comments

Popular Posts