Ohhhh Holycow!!

Terus terang saya agak tertinggal untuk mencicipi resto yang satu ini, walaupun sudah sering denger baik dari social media (yang merupakan senjata andalan promosi mereka), dari liputan televisi, dan dari mulut ke mulut, tapi baru kemarin saya sempet berkunjung ke tempat nya para karnivora ini.. Carnivores!! ya begitulah mereka menyebut para customers nya..

Oke Carnivores! kita mulai dengan suasana di ruang tunggu (dokterrr kali pake ruang tunggu). Tidak terlalu lama saya berada di waiting list, kira-kira 15 menit saya harus menunggu, mungkin karena kebetulan saya berkunjung kesana pukul 14:00 jadi sudah lewat waktu makan siang.. Ruang tunggu nya cukup lah, disediakan kursi dan tenda untuk menghindari sinar matarhari.



Di depan resto, kita dihadapkan dengan dapur terbuka, dimana semua menu dimasak disini.. Saya sih tidak terlalu suka dengan konsep dapur di depan dekat dengan jalan raya, ngebul, berdebu, dan kita bisa melihat beberapa lalat yang berterbangan.. hmmm..

Begitu masuk ke dalam resto, saya mulai kehilangan impresi.. sebenarnya suasananya cukup oke, nuansa merah baik di dinding maupun pada gantungan lampu cukuplah. Namun kursi dan meja makan di resto ini membuat saya kehilangan selera.. Dengan bangku dan kursi plastik (made in Ace Hardware) menurut saya kurang layak berada di dalam sebuah resto. Mungkin memang pemiliknya ingin menonjolkan makanan dibandingkan dengan meja dan kursi.. tapi tetap saja.. kesan pertama itu berpengaruh pada pengalaman selanjutnya.

Menu yang disajikan disini terutama adalah steak.. andalannya Wagyu beef dengan harga yang terjangkau.. Wagyu sendiri adalah daging sapi yang katanya luar biasa empuk karena proses perawatan yang rumit sehingga katanya meleleh dimulut..


Untuk hitungan steak dengan daging wagyu, memang bisa dikatakan harga holycow ini termasuk murah.. namun tunggu dulu, harga biasanya juga menentukan prestasi.. Jadi sebelum menyimpulkan mari kita rasakan terlebih dahulu..Kali itu saya memesan 3 jenis steak (heyy!!! tidak saya makan sendiri ya!!!) Wagyu Sirloin (200 gr), Wagyu Rib Eye (200 gr) dan Rib Eye Big Bites (400gr) semuanya dengan homemade mushroom sauce (chef recomendation)
Wagyu Rib Eye (200 gr)


Wagyu Sirloin (200 gr)

Rib Eye Big Bites (400gr)


Mari kita simpulkan.. Ini semua menurut saya loh yaaaaa... :)

Satu... daging sapi wagyu yang katanya lembut dan meleleh dimulut itu dusta.. hehehe... saya sih merasa mungkin karena potongan dagingnya terlalu tipis? mungkin akan lebih baik jika potongan dagingnya dibuat lebih tebal namun tidak terlalu lebar (tetap 200 gram namun beda bentuk jadi gendut bukan pipih).. Rasa daging wagyu dibandingkan rib eye big bites yang bukan wagyu sama saja tingkat kekenyalannya..

Kedua... homemade mushroom sauce (chef recomendation) nya agak encer, berasanya creamy seperti soup.. sayang saat itu saya tidak mencoba saus yang lainnya.

Ketiga... Saya kurang suka rasa daging steaknya sendiri, buat saya terlalu banyak peper sehingga rasa pedas nya terlalu menyengat.. biasanya kan kalau steak itu dagingnya dibakar dengan sedikit bumbu garam dan lada saja, kalau yang ini rasa pepernya mengalahkan rasa segalanya..

Keempat.. kentang gorengnya oke, namun kacang panjang yang dimasak tumis dengan bawang putih sedikit membuat bingung... makan steak di resto chinese? :)

Kelima.. untuk porsi dan harga sebenarnya sesuai.. apalagi untuk wagyu steak, memang bisa dikatakan murah..

Total harga yang harus saya keluarkan kemarin adalah  Rp. 372.075 untuk 3 porsi steak ukuran cukup besar...

So, overall menurut saya sih holycow is so so cow lahh..







Comments

Popular Posts